Selasa, 20 Desember 2011

S.E.O.U.L song..
satu single yang bener-bener mantap, yang menceritakan keindahan kota  SEOUL.
Mvnya juga keren banget. ok guys, chek this out..



by:


Sabtu, 17 Desember 2011

BUMI TERANCAM KRISIS AIR

By: Ayu Riesky


Belakangan ini sedang gencar-gncarnya dilakukan usaha anti global warming. Sebagian dari kita mungkin berpikir, global warming dapat di atasi dengan melakukan penghijauan dan hemat listrik saja. Padahal masih banyak yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini. Salah satunya adalah usaha pencegahan krisis air.
Sadarkah kita jika belakangan ini persediaan air bersih  mulai berkurang? Maraknya kegiatan industri mengakibatkan cadangan air dalam tanah menipis. Selain itu, borosnya pemakaian air dan rendahnya partisipasi masyarakat mengenai krisis air bersih  menjadi penyebab utama krisis air bersih.
Ftor  yang mempengaruhi menurunnya debit air adalah faktor alami yaitu faktor yang bersumber pada alam, antara lain global warming, bencana alam, dan  pertambahan jumlah penduduk di Bali. Makin  padatnya jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan air bersih, hal ini membuat susahnya mendapat air bersih untuk dikonsumsi. Adapun faktor non alami yang menyebabkan penurunan debit air:
* Limbah pemukiman.
        Limbah pemukiman  yang mengandung limbah domestic berupa sampah organic dan sampah anorganik serta detergen. Detergen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air.. pada saat ini hamper setiap rumah tangga menggunakan detergen, padahal limbah detergen sangat sukar di uraikan oleh bakteri.
* Limbah industri.
         Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan lingkungan sehingga membahayakankesehatan dan kelangsungan hidup makhluk hidup. Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang dikenal sebagai air raksa.
* Limbah pertanian.
       Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanaman. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok menjadi tidak terkendali. Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya.

Menurunnya ketersediaan air memberikan dampak negatif dalam kehidupan kita, antara lain yaitu harga air semakin mahal, terbatasnya air bersih, dan yang paling penting adalah  semakin besarnya potensi masyarakat terserang penyakit yang akan mengakibatkan menurunnya derajat kesehatan masyarakat.
Jika hal ini di biarkan terus menerus maka tidak menutup kemungkinan terjadi krisis air secara global. Maka dari itu diperlukan beberapa usaha yang dapat dilakukan guna mencegah atau paling tidak mengurangi krisis air. Cara yang dapat kami sarankan adalah:
* Mengurangi sampah di sumbernya
* Mengurangi beban di TPA
* Mengurangi biaya pengolahan
* Memperbaiki kondisi lingkungan
* Mengolah limbah dengan tepat

Jangan Cuma diam, ayo kita selamatkan bumi dari ancaman krisis air!



By:




                                                                                                                      

Folklore from Bali, A Loyal Farmer

A long time ago, there was a small village in Bali.The villagers were farmers, they were very happy. Gods gave them fertile land. They always had great harvest.

One day, a young man came to the village. He came from a very far place.

He went to the richest farmer in the village, Jero Pasek.
"My name is I Tundung. I came here to work, Sir. I promise I will work hard."

"Hmm...Okay, I will let you work in my rice field. But remember, I will ask you to leave if you are lazy." said Jero Pasek.

I Tudung was very happy. He did not want to disappoint Jero pasek, his master. He worked diligently. Jero Pasek was very grateful. The harvest was much better. Besides cultivating, I Tundung also look care of the animals, such as chickens, ducks, goats and cows.

Jero pasek planned to ask I Tundung to cultivate his field in Kangin Hill.
Unlike the land in the village, the land in Kangin Hill was not fertile.

However, I Tundung accepted it very happy. The land in the hill was arid. It was very dry.But, I Tundung was never gave up.. I Tundung made irrigation. He used the water in the spring and flew it through the irrigation.

It worked! The land was not dry anymore. The plants grew very well. And again they had great harvest.

Unfortunately, their happiness did not last long. A thief stole the harvest and the animals.
Sadly, I Tundung was never able to catch the thief. Jero Pasek was angry.

"I'm very disappointed in you. I have lost a lot of harvest and animals!"

I Tundung was sad. He went to a temple to pray. When he was meditating, he heard a voice.
"I know your problem and I can help you."

"Thank you. I'm willing to do anything as long as I can protect my master's harvest and animals." said I Tundung.

"I will change you into a big black snake. You will live in the hill and you can protect the harvest and the animals."

I Tundung agreed. he did not want to make his master disappointed and angry at him. Slowly, he changed into a big black snake.

Meanwhile, Jero Pasek came at his field, he saw a big black snake. He was so surprised when the snake was able to talk!

"Don't be afraid, Sir. It's me, I Tundung. From now on, I will always protect your harvest and your animals."

Jero Pasek was very sad. He never meant to ask I Tundung to do anything.
But it was to late.


ini folklore udah di edit jadi lebih singkat, jadi untuk yang mau story telling bisa lebih mudah menghapalnya..  :)



Jumat, 28 Oktober 2011

Elizabeth Gilbert, Melihat Dunia Melalui Hati

Oleh: Ayu Riesky









Elizabeth Gilbert atau biasa di sapa Liz adalah seorang wanita yang sempurna. Ia memiliki semua yang diinginkan oleh seorang wanita Amerika modern. Mulai dari karir cemerlang, suami yang baik serta rumah yang bagus. Sempurna. Namun ternyata tidak selamanya kesempurnaan itu membuatnya nyaman.
Suatu ketika, ia menjadi panik, gelisah dan bimbang. Ia memilih untuk bercerai dengan Stephen suaminya. Namun tak segampang membalikkan telapak tangan. Suaminya tetap pada pendirian dan tidak mau melepas Liz. Liz benar-benar terpuruk saat itu, bahkan ia terpuruk dilantai kamar mandi, berbicara pada Tuhan untuk yang pertama kalinya. Namun, sekalipun terpuruk, ia memilih untuk tetap bekerja. Suatu tawaran menarik dari kantornya, yaitu berkunjung ke Bali untuk meliput suatu berita.
Di Bali, ia bertemu dengan dukun dari generasi ke sembilan dukun Bali yang bernama I Ketut Liyer. Disana Liz diramalkan bahwa ia akan datang kembali ke Bali dan tinggal di Bali dalam waktu yang tidak singkat. Setelah Liz berhasil meliput berita, ia kembali ke New York dan kembali ke semua permasalahannya.
Liz mencoba menjalin hubungan dengan seorang aktor bernama David. Namun gagal. Hubungannya benar- benar sulit dipahami, Liz takut untuk kembali merajut hubugan dengan seorang pria dan tidak mau terikat dalam perkawinan lagi. Lama tidak ada kabar dari pengacaranya mengenai keputusan suami Liz. Sampai akhirnya sang pengacara mendapat kabar bahwa Stephen mau bercerai dengan Liz. Semuanya telah berhasil di selesaikan dan kini Liz menjadi wanita bebas, namun tidak mebuat Liz terlepas dari masalah. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.
Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian akan jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. Italia, India dan Indonesia merupakan tempat yang dipilihnya untuk memulai petualangan dan menjawab ketidaknyamanannya selama ini.
Makan di Italia, dapat dikatakan juga ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan merajut kebahagiaan dengan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. Meliki keluarga baru yang menyenangkan. Disini Liz benar-benar belajar malihat indahnya dunia.
Berdoa di India merupakan sarana untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru spiritual setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spirituil. Belajar untuk taat pada Tuhan hingga menyerahkan seluruh hidupnya pada Tuhan.
Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan – yaitu bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan, menikmati keindahan alam dan budaya Bali, menolong sebuah keluarga kecil untuk membangun rumah dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan. Seorang pria berkebangsaan Brazil, Felipe mampu mengubah ketakutan Liz menjadi suatu jalinan kasih yang indah.
Sebuah novel yang diceritakan secara bijaksana, melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang dan memandang perlunya suatu perubahan. Serta mampu memperluas wawasan mengenai budaya di beberapa negara(Italia, India, Indonesia). Mulai dari kultur masyarakat, upacara-upacara tradisional, hingga sejarah di suatu tempat dalam negara tersebut. Bahkan kita dapat sedikit belajar bahasa Italia dengan membaca novel ini, karena beberapa kata disuguhkan dengan bahasa Italia disertai dengan artinya dan bahkan filosofi dari keindahan bahasa Italia. Namun, dengan segala keindahan dan kelebihannnya, novel ini membuat para pembacanya mendapat sedikit kesulitan karena adanya ungkapan dan khiasan dalam kalimat membuat cerita ini sedikit terasa sulit.
Misalnya pada bab tiga : “Disimpan untuk belakangan diperdebatkan mengenai apakah Tuhan itu benar-benar ada (tidak-ini ide yang lebih baik: hilangkan sama sekali berdebtan tersebut), pertama-tama saya akan menjelaskanmengapa saya menggunakan kata Tuhan, meskipun sangat mudah bagi saya untuk menggunakan kata-kata Jehovah, Allah, Shiva, Brahma, Vishnu atau Zeus.”(hal 14)
Walaupun begitu, cerita ini tetap memikat dan penuh dengan muatan pesan yang dapat direnungkan dan diterjemahkan dengan lebih dalam.
Sebuah riwayat hidup.  Berbagi pengalaman yang mampu menjadi pedoman kita  dalam mencapai kebahagiaan hidup, yaitu mencapai keseimbangan antara keindahan duniawi dan spiritual.

“Empat kaki menapak bumi, kepala dipenuhi dengan daun, melihat dunia melalui hati.”



Twitter :http://twitter.com/#!/YukieRisakaChan
Facebookhttp://www.facebook.com/#!/profile.php?id=100000097786935




By: